Selasa, 03 Maret 2026

PUISI "Lentera Biru di Jalan Gelap"

 Lentera Biru di Jalan Gelap

Oleh : fanusaa


Di tengah malam yang sunyi dan kelam

Langkahku tertatih

Namun dalam dada, api kecil menyala

Menggugah jiwa tuk terus melangkah


Kegagalan datang silih berganti

Menguji tekad, menggoyahkan hati

Namun kutahu, ini bukan akhir cerita

Hanya jeda sebelum meraih bahagia


Langkah demi langkah ku tapaki

Meski badai sering menghadang

Impian takkan pernah hilang

Karena semangatku takkan padam


Kutulis mimpi di langit malam

Berharap esok mentari bersalam

Setiap us aha kutanam do’a

Hingga menuai sukses yang nyata



PUISI "Samudra Harapan, Gelombang Perjuangan"

 Samudra Harapan, Gelombang Perjuangan

Karimatul Millah


Air pasang telah surut, air telah surut,

Meninggalkan jejak pedih di pantai jiwaku.

Bagai kapal karam diterjang badai,

Mimpiku telah tenggelam, sunyi dan tak terkendali.


Namun, di bawah langit utara yang gelap,

Kulihat mercusuar lagi,

memanggil tanpa ragam.

Tak lagi kebohongan menyelimuti langkahku yang sepi,

Melainkan keadilan yang dijalin dari puing-puing yang samar.


Laut itu memanggil, meski ombak masih menderu,

Kuatkan jangkar hati, teguh memandang biru.

Kuhentikan ratapan, hentikan cinta yang membelenggu,

Sebab bangkit adalah janji, bukan sekadar menunggu.


Layarku robek, tetapi arahku takkan hilang,

Menirukan semangat seorang perempuan yang tak pernah goyah.


Mimpi adalah dermaga yang harus kuhampiri,

Melawan arus samudra yang pernah membuatku mati.


Kini aku berlayar, tak hanya mencari kedamaian,

Melainkan mewujudkan cita-cita yang terukir di tepi senja abadi.

Ia bangkit dari pasang surut yang tak berujung,

Menuju mimpi sejati, dengan jiwa yang telah pulih.


PUISI "Bangkit Menuju Sebuah Impian"

 Bangkit Menuju Sebuah Impian

By: Khumaidatuz Zahro


Aku pernah terjatuh dan rapuh tanpa daya
Namun… impian tetap memanggilku dengan irama yang sama
Langkahku sangat kecil…tapi semangat menyala
Menuju sinar yang tak akan pernah padam di ujung sana

Duka jadi guru dalam sebuah perjalanan
Semangat jadi bahan bakar harapan
Kini aku bangkit..bukan sekadar ingin untuk menang
Tapi untuk tunjukkan, mimpi ini tak pernah hilang sampai kapanpun


PUISI "Langkah yang Kutunda"

 Langkah yang Kutunda

Oleh: Inayaty. L

Di zona nyaman aku terkurung,

Takut melangkah, batinku murung.

Hari berlalu, aku pun diam,

Langkah tertahan, semangat tenggelam.


Mimpi membayang di ujung pandangan,

Namun hatiku diliputi ketakutan.

“Jangan mulai,” bisik yang membisu,

Padahal jiwaku rindu untuk maju.


Lalu cahaya menyapa lembut,

Menyentuh hati yang lama surut.

Kuambil langkah meski perlahan,

Dengan harapan kugenggam impian.


Kini kutahu arah yang kutuju,

Tak lagi ragu, tak lagi kelu.

Kupilih bangkit dari bayang semu,

Menuju mimpi yang kini kutemu.


PUISI "DARI JEDA MENUJU CAHAYA"

 DARI JEDA MENUJU CAHAYA

Mili Firasatul Mufidah


Dari puing luka yang berserakan

kutemukan sebutir cahaya

rapuh namun setia berpendar

seakan berkata “jatuhmu bukan akhir hanya jeda”


Aku pun merangkak dari gelap

membasuh debu di dada

menyulam kembali langkah

yang sempat hilang arah.


Bangkit adalah doa yang berdiri

adalah harapan yang menolak mati

adalah aku yang meski gemetar

tetap menggenggam janji langit

bahwa impian takkan sia-sia

bila hati terus menyala.


PUISI "Menjemput Impian"

Menjemput Impian 

Muhammad Hanafi



Aku seperti perahu kecil di lautan,

terombang-ambing gelombang keraguan.

Namun jauh di cakrawala,

ada pelabuhan yang ingin kucapai selamanya.


Angin kerap berubah arah,

kadang tenang, kadang resah.

Tapi layar ini tetap kukembangkan,

sebab ada tujuan yang tak boleh hilang.


Impian bukanlah pantai yang mudah dijangkau,

ia menanti di balik badai yang mengguncang.

Sekali jatuh, aku akan bangkit,

sebab arahku jelas: menuju cahaya yang tak pernah redup.


Dan ketika akhirnya sampai,

aku tahu,

perjalanan ini bukan sia-sia.

Sebab yang kupeluk bukan hanya pelabuhan,

tapi arti dari sebuah keteguhan.


PUISI "Di Balik Senyap, Ada Harap"

Di Balik Senyap, Ada Harap

Kar



Kaki kecil tertatih-tatih 

Melangkah menyusuri jalan setapak

Demi mimpi yang sedang diperjuangkan

 

Menurut kacamata mereka

Petualangan ini seakan berjalan tanpa hambatan

Sempurna tanpa celah

Tapi siapa sangka

Yang terlihat tidak sesuai fakta


Gelap selalu menjadi teman berkeluh kesah

Hati resah dan gundah

Saat gelap menjadi tempat yang tepat untuk mengadu

Tentang diri yang terhempas bagai butiran debu


Dipojok ruangan menjadi tempat ternyaman

Bagai seorang yang tiada teman

Melamun menembus angan

Memikirkan perjalanan panjang

Akan sampai pada muara yang diinginkan atau entah bagaimana akhirnya


Langkah perlahan mulai ditata

Sadar akan waktu yang tak pernah menunggu

Secercah harapan tak boleh sirna

Demi sebuah cita, semua jalan harus dicoba


PUISI "Langkah Kedua"

Langkah Kedua 
Mushfirotun Najwa Aulia


Aku rebah di pelipir sunyi

di antara serpih mimpi yang sunyi membatu

Langit bisu,

Angin pun enggan menyapa luka yang tak bernama


Langkah pertama adalah jatuh,

Menguji nafas mengurai harap

Langkah kedua bukan tentang yakin sepenuhnya

Melainkan tentang memilih berjalan meski gemetar


Namun waktu tak menunggu duka

Dan impian tak suka ditunda-tunda

Ada bisik dalam dada yang lirih

"Bangkitlah…... meski langkah kita masih basah"


Sebab impian tak lahir dari mudah,

Melainkan dari mereka

yang tak sanggup menyerah

meski sudah jatuh berkali-kali.


PUISI " MENUJU CAHAYA"

  MENUJU CAHAYA Karya ilna lutfiana  Dalam gelap yang pernah datang Aku jatuh,nyaris hilang Namun bara kecil di dada Tak pernah padam,terus ...