Kamis, 12 Februari 2026

PUISI "Diantara Cium dan Muntah"

 Diantara Cium dan Muntah
Karya: YAP


Hari itu, kau melambai padaku —
Heran, namun ada bahagia yang kau sembunyikan di sudut matamu.

Perasaan jalang dalam diriku menggeliat, meronta,
Menagih seperti api yang lapar.


Mencium.


Memeluk.


Meraba.


Bercinta.


Biasanya sampai pagi—
Sampai tubuh dan malam sama-sama letih.

Tapi lain hari, matamu berkata lain,
Tak lagi membisikkan hasrat, tapi menjatuhkan vonis:


Meludahi.


Menjijik.


Membuang.


Muntah.


Dan itu pun,
Biasanya sampai pagi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUISI " MENUJU CAHAYA"

  MENUJU CAHAYA Karya ilna lutfiana  Dalam gelap yang pernah datang Aku jatuh,nyaris hilang Namun bara kecil di dada Tak pernah padam,terus ...