DARI JEDA MENUJU CAHAYA
Mili Firasatul Mufidah
Dari puing luka yang berserakan
kutemukan sebutir cahaya
rapuh namun setia berpendar
seakan berkata “jatuhmu bukan akhir hanya jeda”
Aku pun merangkak dari gelap
membasuh debu di dada
menyulam kembali langkah
yang sempat hilang arah.
Bangkit adalah doa yang berdiri
adalah harapan yang menolak mati
adalah aku yang meski gemetar
tetap menggenggam janji langit
bahwa impian takkan sia-sia
bila hati terus menyala.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar