Judul Buku : Laut Bercerita
Penulis Buku : Leila S. Chudori
Penerbit : KPG (Kepustakaan Populer
Gramedia)
Tahun Terbit : 2017
Jumlah Halaman : 379
Sinopsis
Laut Bercerita menceritakan terkait
perilaku kekejaman dan kebengisan yang dirasakan oleh kelompok aktivis
mahasiswa di masa Orde Baru. Tidak hanya itu, novel ini pun merenungkan kembali
akan hilangnya 13 aktivis, bahkan sampai saat ini belum juga ada yang
mendapatkan petunjuknya. Cerita dalam novel Laut Bercerita terbagi menjadi dua
bagian dengan jarak waktu yang jauh berbeda.
Adapun bagian pertama diceritakan
melalui sudut pandang tokoh bernama Biru Laut beserta para kawan sesama
aktivisnya seraya menyelesaikan visi atau tujuan mereka.
Sementara pada bagian kedua, kisahnya
diambil dari sudut pandang Asmara Jati, adik dari Laut yang mempunyai tujuan
atau visi yang cenderung berlainan dengan Laut. Kisah dan narasi akan
diceritakan melalui perspektif Biru Laut.
Laut adalah seorang mahasiswa program
studi Sastra Inggris di Universita Gadjah Mada, Yogyakarta. Ia sangat
menggeluti dunia sastra dan tentunya tidak sedikit buku sastra klasik yang
dimilikinya, baik itu buku sastra bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.
Laut gemar membaca berbagai buku
karangan Pramoedya Ananta Toer yang ketika itu peredarannya dilarang di
Indonesia. Hal itu yang menekatkan dirinya secara diam-diam untuk memfotokopi
buku-buku tersebut di salah satu tempat yang disebut sebagai fotokopi
terlarang.
Mulai dari sana, dirinya bertemu dengan
Kinan, salah satu mahasiswa FISIP yang memperkenalkan Laut akan organisasi
Winatra dan Wirasena. Setelah ikut bergabung dengan organisasi Winatra, Laut
jadi semakin menggiatkan aktivitas diskusi buku bersama rekan-rekan se
organisasinya.
Bukan hanya buku, melainkan beberapa
konsep yang hendak mereka lakukan untuk menentang doktrin pemerintah di negara
ini yang telah dipimpin oleh satu presiden selama lebih dari 30 tahun.
Sejak saat itu, Laut mulai berhadapan
dengan rezim penguasa. Ia ditangkap oleh tentara.
Keunggulan
Visualisasi karakter dan suasana dalam
novel ini tampak sungguhan alias nyata. Terlebih, bagian di mana Laut beserta
teman-temannya disiksa dan diperlakukan tidak manusiawi. Lalu, hal yang
terpenting adalah novel ini berdasarkan kisah nyata pengalaman dari para aktivis
yang sempat hilang dan diculik pada Maret tahun 1998 lalu, kemudian 9 berhasil
kembali dan 13 lainnya dinyatakan hilang.
Lalu, novel Laut Bercerita bersifat
edukatif. Hal itu dibuktikan bahwa di dalamnya memuat pengetahuan sejarah rezim
Orde Baru, sejarah pergerakan dalam menegakkan keadilan sosial, dan asas
demokrasi. Dengan begitu, setelah selesai membaca novel ini, ada banyak
pengetahuan mengenai sejarah yang akan kalian dapatkan.
kelemahan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar