Rabu, 01 April 2026

PUISI "Bukan Akhir, Hanya Jeda"

Bukan Akhir, Hanya Jeda

Oleh: Eka Amalia



Debu kelam membungkus mimpi yang layu,

Seolah mentari enggan lagi membiru.

Namun di relung jiwa, bara tak membeku,

Menanti sentuhan pagi, bangkit membatu.

Rintangan menghadang, tembok tinggi menjulang,

Langkah terhenti, bagai sungai kehilangan muara.

Namun bisikan hati, bagai suluh menerawang,

"Ini bukan tamat, hanya sejenak terlara".

Air mata jatuh, bagai hujan di kemarau panjang,

Menyuburkan kembali benih asa yang terpendam.

Setiap perih adalah pahatan, jiwa kian membentang,

Menuju puncak impian, di mana bahagia tersematkan.

Bangkitlah, wahai pejuang, jangan biarkan layuh,

Jeda ini singkat, sebelum badai semangat berlabuh.

Impian kan bersinar, secerah rembulan penuh,

Bukan akhir, percayalah, hanya waktu yang merapuh.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUISI " MENUJU CAHAYA"

  MENUJU CAHAYA Karya ilna lutfiana  Dalam gelap yang pernah datang Aku jatuh,nyaris hilang Namun bara kecil di dada Tak pernah padam,terus ...