Sabtu, 12 Agustus 2023

CERPEN "PERTEMUAN BERAKHIR IKHLAS"

 PERTEMUAN BERAKHIR IKHLAS

 

Oleh: Annisa Kusherawati

 

Halo guyss perkenalkan namaku Jera, akun memiliki marga di depan namaku yaitu Choi. Tepatnya hari jum'at di pagi hari aku bersiap-siap berangkat menuju kampus. Yaa... walaupun pada saat itu masih gempar-gemparnya virus Corona, aku nekat berangkat ke kampus karena ada Diklat komunitas, dan saat itu aku masih semester 1.

Setelah sampai di kos, aku di ajak teman kelasku untuk ngopi di cafe tempatnya tak jauh dari kampus, by the way temanku ini cewek Yaa... Namanya Jejin, dan dia memiliki marga yang sama denganku yaitu Choi. Dia orangnya baik, cantik, putih dan agak tinggi. Bisa di bilang kami berdua ini best friend forever.

Sebelum berangkat kesana aku dan Jejin menjemput Raesoo kekampus karena dia masih ada kegiatan pertemuan Duta se PBSI. Oh ya… Btw dia cowok ya guys. Tidak lama aku menunggu di sana, aku bertemu dengan teman kelasku yaitu Soojoon.

Saat itu aku baru pertama kali bertemu dia karena sebelumnya kita hanya menyapa lewat zoom pada saat kuliah. Aku langsung tercengang dan jantungku berdetak kencang.

(dag-dig-dug)

 

“JEJINNN.. itukan Soojoon temen kelas kita?! Ganteng bangettt sumpah!” ucapku ke jejin. “mana Je? Mana?” tanyanya.

“Itu, dia jalan kaki dengan temannya?! Ganteng banget ya tuhann… putih, tinggi, berkaca mata, kayak oppa korea culun huhuhuuu…” sambil berbisik karena takut di dengar orang.

Singkat saja mataku mengikuti arah dia berjalan, sehingga aku memutar badan. Saat itulah aku mulai suka dan jatuh cinta padanya.

Haha… bisa disebut ini adalah cinta pada pandangan pertama, ya walaupun kita sering bertemu melalui zoom tapi setelah melihat real life, suasananya sangat berbeda.

Karena temanku sudah selesai acaranya, kita berangkat ke caffe dengan menaiki 2 motor. Sesampai di sana kita mengobrol, sambil menunggu makanan yang kita pesan. Saat itu


aku merasa senang karena akhirnya bisa bertemu dengan teman kelas, yaa… walaupun tidak sebagian, namun setidaknya kita bisa bercanda gurau.

Cukup lama di cafe itu, kita akhirnya pulang. Sesampai di kos aku langsung mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke diklat, tempatnya lumayan jauh dari kampus. Namun seluruh peserta berkumpul di gerbang kampus.

Karena banyak yang telat, akhirnya aku menunggu sangat lama disana. Tapi tidak membuatku merasa bosan, karena banyak teman yang mengajakku ngobrol dan bernyanyi bersama.

Waktu menunjukkan jam 3 sore akhirnya kita berangkat ke lokasi. Sesampai disana ternyata ada kakak komdis yang lagi marah-marah kepeserta lain karena tidak mengikuti aturan. Di sana aku melihat Soojoon dan ternyata dia mengikuti diklat juga.

Setelah itu semua peserta termasuk aku diarahkan untuk ke aula untuk menaruh barang- barang yang kita bawa dan beristirahat sejenak.

Hari mulai malam, sehingga kita di suruh untuk berganti pakaian sesuai dress code hari pertama. Setelah itu kami diarahkan kumpul di dalam aula untuk memulai acara pembukaan.

Sepanjang acara upacara pembukaan, aku selalu melihat kanan kiri untuk mengetahui tempat Soojoon berada. Yaa… alasannya kalian pasti tahu laah hahahaa…

Yaps?! Supaya aku bisa melirik dia kapanpun hahaha…

 

Setelah upacara, kita bersenang-senang dan bernyanyi bersama. Kakak mc-nya sangat baik, dan disana aku satu kelompok dengan teman kelasku yang kebetulan dia ikut diklat juga.

Malam itu terasa menyenangkan, hingga pagi tiba. Aku bergegas berganti pakaian yang sesuai dengan dress code hari kedua. Setalah itu aku kumpul di aula untuk memulai materi pertama. Namun, aku meminta izin kepada penanggung jawab di sana karena aku, Soojoon, dan teman ku yang sekelompok itu ada kelas online yang tidak bisa di tinggalkan.

Setelah itu kamipun di izinkan untuk keluar aula dan mengikuti kelas online.

 

Saat itu aku mengambil kesempatan yang sangat berharga yaitu duduk di sebelah Soojoon. Yaa… Soojoon.


Pada saat itu jantungkun berdetak sangat kencang, karena bisa bersebelahan dengannya.

Apa lagi dia mengobrol denganku.

 

“Jera, ini kamu kan? Ternyata pendek ya?!” dia bertanya padaku sambil tersenyum. “hehehe… iya Joon” jawabku sambil malu-malu.

“Aku pikir kamu tinggi? Soalnya liat di foto profilmu hehehe…” ujarnya sambil memakan sesuap nasi.

“hahaha… aku emang pendek, tapi banyak juga siih yang bilang aku tinggi karena melihat foto profilku, gak papa siih itukan pemikiran orang?!” jawabku karena mulai nyaman mengobrol dengannya.

Selang beberapa menit, ada kakak komdis yang menghampiri kita bertiga, dan dia menyuruh kita untuk masuk ke aula. “dek ayok masuk ke aula. Gak papa kok kalian sambil zoom, kapan lagi dapet dua ilmu sekaligus”

“Ooiya kak terima kasih kak” ujarku sambil bergerutu kesal dalam hati.

 

Lalu aku masuk ke dalam aula dan di sana lagi-lagi aku duduk dekat dia. Waktu sudah menunjukkan siang kami seluruh peserta istirahat dan makan siang. Setelah makan kami pun mulai memasuki materi yang ke-dua.

Setelah beberapa jam akhirnya materi selesai dan kita lanjut senang-senang sampai malam hari. Saat di pertengahan acara aku disuruh naik ke atas panggung untuk bernyanyi, setelah acara selesai kami seluruh peserta istirahat.

Pagi harinya semua peserta kumpul di lapangan untuk senam pagi dan bermain game, namun sebelum memulai game seluruh peserta dan panitia sarapan pagi supaya memiliki sedikit tenanga untuk hari itu.

Seperti biasa… mulai dari senam dimulai sampai selasai aku selalu melihat kanan kiri untuk bisa mengetahui keberadaanya. Yaps?! Ternyata dia berada di barisan belakang dengan teman cowok lainnya. Sepanjang senam aku selalu meliriknya dan seperti orang sedang mencari barang yang hilang.

Bisa dibilang perilakuku berlebihan, tapi yaa… mau gimana lagi. beginilah perjuangan seorang wanita yang mengharapkan sesosok lelaki yang diidamkan.


Setelah sarapan selesai, panitia yang bertugas di bagian outbound segera memulai acaranya. Dengan berjalannya acara, kelompokku tidak lupa untuk mengabadikan moment seru tersebut, kami berfoto-foto, ngobrol, dan mengikuti game sesuai urutan.

Hari semakin siang dan kamipun sudah merasa lelah. Akhirnya permainanpun sudah selesai, semua peserta bergegas untuk berberes dan berganti pakaian karena acara sedikit lagi akan selesai.

Semua peserta berkumpul di dalam aula untuk melakukan upacara penutupan. Sepanjang upacara aku selalu melirik ke arah dia. Aku merasa tenang kalau melihat dia, ya walaupun dia rada dingin kayak kulkas tapi aku tetap suka.

Singkat saja kami semua pulang, dan aku menceritakan kejadian selama tiga hari itu kepada Jejin. Dia sangat menghargai ceritaku dan dia memberiku semangat untuk mengejar mas kulkas itu. Hahaa… mas kulkas gak tuh?!

Selang beberapa bulan aku memikirkannya, dan tidak terasa kita sudah semester dua. Saat itu prodiku sedang mempertimbangkan kuliah online dan offline. Karena dari beberapa mahasiswa ada yang setuju dan ada yang tidak.

Jadinya prodi memutuskan untuk mahasiswa mengisi formulir, siapa saja yang ingin masuk online dan offline. Setelah semua sudah mengisi dan dengan musyawarah seluruh dosen prodi, akhirnya Dekan memutuskan, siapa saja yang mengisi formulir dengan memilih online akan mengikuti kelas online. Sama dengan halnya mahasiswa yang mengisi offline, akan mengikuti kelas offline.

Saat itu aku merasa bahagia sekali, namun ada rasa takut juga. Rasa bahagia karena setelah 6 bulan lebih tidak bertemu dengan teman kelas akhirnya bisa bertemu dalam satu kelas, tapi rasa takut juga menghantuiku karena menurut kating dosen lebih galak saat offline dari pada online.

Namun ternyata hal itu tidak benar. Dosen-dosenku baik sekali dan bisa untuk diajak kompromi memgenai tugas-tugas yang akan diberkan. namun setelah kita masuk ke kampus, aku merasa sedih sekali.

Karena Soojoon ternyata memilih kuliah online huhuhu… tapi aku tidak putus harapan.

Aku tetap memilih dia sebagai crush aku.


Dua minggu berlalu, dan akhirnya waktu itu tiba, di mana saat itu ada pengambilan almamater universitas bagi seluruh mahasiswa angkatan 21. Semua teman kelas akhirnya kumpul walaupun gak lengkap setidaknya kita bisa berkumpul dengan mereka, dan termasuk Soojoon. Aku sangat senang sekali karena sebelum dia berangkat ke kampus, tiba-tiba dia video call aku. Tanya kabar, ngobrol walau sebentar.

setelah kita mengambil almamater kita sempat berfoto bareng dan kebetulan dia foto di samping aku. Akhirnya foto itu aku cut dan di simpan rapi di galeri HP, tablet bahkan laptop. Seusai berfoto kita ketempat makan yang lumayan murah dan rekomended untuk anak kos yang uang jajannya pas-pasan kayak aku hahaha…

saat itu, aku menjaga image banget supaya dia gak risih dengan kerandoman aku. Setelah kita makan lalu kita sambil mengobrol sedikit tentang tugas, namun beberapa menit kemudian Soojoon keburu ingin pulang, karena kapal di pelabuhan akan segera berangkat menuju pulau sebrang. Saat itu aku menawarkan diri untuk mengantarnya, dan untungnya dia tidak menolak.

Saat itulah aku merasa ada kesempatan supaya ada kenangan di setiap jalan. Aku mengantarnya tidak sendirian, tentunya ada sahabat aku, Jejin yang selalu menemani aku. Ada perasaan sedih saat itu. Karena dia akan pergi walau sebentar. Namun aku bahagia karena aku bisa berboncengan walaupun sepanjang perjalanan kita berdua jarang berbicara.

Setalah mengantarnya aku menangis sepanjang perjalanan pulang, merasa ada yang kurang setelah dia pergi. Sehingga aku di tanya sama teman temanku, kenapa aku nangis. Malampun tiba, dan dia, Soojoon menuliskan pesan chat di whatsapp.

“Jera, makasih ya tadi udah mau jauh-jauh nganterin aku ke pelabuhan?!” “e-eh iya Joon, terima kasih kembali…” Jawabku.

Huaa…

 

Aku senang banget sampai tak terasa aku bersalto di kamar kos. Mau nangis, senyum- senyum sendiri kayak orang gila.

Selang beberapa bulan akhirnya kita semester tiga dan akan segera masuk perkuliahan. Namun, saat itu aku dikejutkan dengan adanya pesan chat di whatsapp yang dikirim oleh Soojoon.


Rasanya Hancur banget, sampai aku nangis ke Jejin. Ternyata dia pindah di salah satu kampus yang ada di pulau sebrang. Saat itu semua teman-temanku yang mengetahui masalah aku dan Soojoon mengirim pesan chat ke aku. Mereka baik banget, ngasih aku semangat tapi ada juga yang menyuruhku untuk cari cowok lain.

Kalau diinget-inget pas ngantar dia ke pelabuhan. Ngerasa itu semua adalah pertemuan terakhir dan aku memang harus ikhlas dengan kejadian semua ini. semakin hari aku mulai membiasakan diri untuk melupakan dia, dan sudah satu bulan aku lumayan lupa tentang dia, dan kenangan di pelabuhan itu, walau masih ada sedikit tapi itu sudah mngurangi bebanku.

Kisah dari seorang Choi Jera telah selesai. Biarkan sebuah takdir yang menemui jodohnya.

 

 

 

BIONARASI

 

Hai, aku Annisa Kusherawati, biasa disapa Hera. Aku lahir 11 Maret 2003 silam. Sekarang aku menempuh studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia semester 3 menuju semester 4 di salah satu Universitas negeri yang ada di pulau Madura. Pertemuan Berakhir Ikhlas adalah cerpen pertamaku, yang merupakan sebagian cerita adalah kisah nyataku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUISI " MENUJU CAHAYA"

  MENUJU CAHAYA Karya ilna lutfiana  Dalam gelap yang pernah datang Aku jatuh,nyaris hilang Namun bara kecil di dada Tak pernah padam,terus ...