Sabtu, 15 Juli 2023

CERPEN "Aku, Kau dan Hujan"

 

Aku, Kau dan Hujan

Karya: Rohibatun N. M

 

 

Hai kenalin namaku Elsa, aku kelas 11 di SMAN 1 Jakarta. Aku lagi menyukai seseorang di kelas sebelah yang bernama Riko. Setiap istirahat aku selalu mampir ke kelasnya, karena ada temenku juga disana.

Saat bel pulang berbunyi. Aku segera bergegas pulang, karena langit telah tertutup dengan awan yang gelap, dan menandakan akan segera hujan. Aku pulang berjalan kaki, karena sepedaku lagi di bengkel dan rumahku juga tidak terlalu jauh dari sekolah.

Ketika kaki sudah melangkah keluar dari gerbang, hujan turun dan sangat derasnya. Aku segera mencari tempat untuk berteduh. Aku menghembuskan nafas perlahan, “sampai kapan aku disini?. apa aku harus nunggu sampai hujan reda? Lupa lagi gak bawa payung hufft…

Setengah jam aku menunggu, hujan tak kunjung reda. Aku pun mulai resah, karena teman-temanku sudah pulang semua, mereka menerobos hujan yang deras dengan motornya. Setelah itu, ada seseorang cowok menghampiriku, ternyata ia adalah Riko cowok yang aku suka selama ini.

 

Riko pun bertanya “belum pulang sa?”. Aku sedikit terkejut, karena ia jarang ngomong dengan cewek dan ia terkenal cowok kulkas di kelasnya.

“Belum nih aku lupa tidak bawa payung” jawabku. “kenapa kamu kok dari tadi belum pulang?” lanjutku.

“Ini aku tadi habis bertemu dengan pak Kusmanto, habis sosialisasi tentang olimpiade matematika” ucap Riko.

“Waw keren kamu Rik” ucapku terpesona.

“Hehe, eh kenapa kamu kok gak nerobos saja dan mana motormu?” ucapnya heran mencari motorku.

“Motorku lagi dibenerin di bengkel, dan kalau nerobos takut sakit ntar” jawabku.

“Oalah ayok mau ikut aku? Kayaknya hujannya ini masih lama deh” ucapnya.

“Oh baiklah kalau gitu, takut mamaku khawatir juga” ucapku sangat bahagia karena bisa dibonceng orang yang aku suka.

“Ini kamu pakek jaketku ya, aku lupa gak bawa mantel” ucapnya sambil memakaikan jaketnya ke badanku.

 

Dalam hatiku sangat bahagia. Aku tak menyangka dia yang terkenal cowok kulkas, ternyata bisa sweet juga. “Terimakasih tuhan telah menurunkan hujan kebahagiaan padaku hari ini” batinku.

Sesampainya di rumah, aku bergegas turun dari motornya. “Terimakasih ya Riko atas tumpangan dan jaketnya, besok kalau sudah kering aku kembalikan jaketmu” ucapku padanya. “Iya sama-sama, oh ya kita belum saling mengesave nomor ya, mana nomormu?” ucapnya sambil mengeluarkan hp dari sakunya. Kemudian aku menulis nomorku di hpnya.

Sejak saat itu aku mulai dekat dengannya. Riko selalu menjemput dan mengantarkanku pulang, dan alasannya ingin berangkat bersama denganku. Ia juga selalu menghampiriku ketika lagi istirahat di kelasku. “Oh tuhan terimakasih” kata ini selalu terucap dalam hati. Aku tak menyangka, selama ini aku kira mendung dan hujan selalu diidentikkan dengan kesedihan, ternyata dibalik itu ada awal kebahagiaan yang tak terduga.

 

BIONARASI PENULIS

 

Rohibatun Niswah Mumarosa, Lahir di Lamongan, 20 Juli 2002. Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura jurusan pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Hobi membaca. Cita – cita ingin menjadi Guru. Saya bukan orang yang pandai merangkai kata-kata indah, tetapi saya suka bikin cerita yang sesuai dengan lingkungan sekitar saya.

Follow instagram saya ya @rohibatun20, Terimakasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUISI " MENUJU CAHAYA"

  MENUJU CAHAYA Karya ilna lutfiana  Dalam gelap yang pernah datang Aku jatuh,nyaris hilang Namun bara kecil di dada Tak pernah padam,terus ...