Aku, Kau dan Hujan
Karya: Rohibatun N. M
Hai kenalin
namaku Elsa, aku kelas 11 di SMAN 1 Jakarta. Aku lagi menyukai seseorang di
kelas sebelah yang bernama Riko. Setiap istirahat aku selalu mampir ke kelasnya,
karena ada temenku juga disana.
Saat bel pulang
berbunyi. Aku segera bergegas pulang, karena langit telah tertutup dengan awan
yang gelap, dan menandakan akan segera hujan. Aku pulang berjalan kaki, karena
sepedaku lagi di bengkel dan rumahku juga tidak terlalu jauh dari sekolah.
Ketika kaki
sudah melangkah keluar dari gerbang, hujan turun dan sangat derasnya. Aku
segera mencari tempat untuk berteduh. Aku menghembuskan nafas perlahan, “sampai
kapan aku disini?. apa aku harus nunggu sampai hujan reda? Lupa lagi gak bawa
payung hufft…
Setengah jam
aku menunggu, hujan tak kunjung reda. Aku pun mulai resah, karena teman-temanku
sudah pulang semua, mereka menerobos hujan yang deras dengan motornya. Setelah
itu, ada seseorang cowok menghampiriku, ternyata ia adalah Riko cowok yang aku
suka selama ini.
Riko pun
bertanya “belum pulang sa?”. Aku sedikit terkejut, karena ia jarang ngomong
dengan cewek dan ia terkenal cowok kulkas di kelasnya.
“Belum nih aku
lupa tidak bawa payung” jawabku. “kenapa kamu kok dari tadi belum pulang?”
lanjutku.
“Ini aku tadi
habis bertemu dengan pak Kusmanto, habis sosialisasi tentang olimpiade
matematika” ucap Riko.
“Waw keren kamu
Rik” ucapku terpesona.
“Hehe, eh
kenapa kamu kok gak nerobos saja dan mana motormu?” ucapnya heran mencari
motorku.
“Motorku lagi
dibenerin di bengkel, dan kalau nerobos takut sakit ntar” jawabku.
“Oalah ayok mau
ikut aku? Kayaknya hujannya ini masih lama deh” ucapnya.
“Oh baiklah
kalau gitu, takut mamaku khawatir juga” ucapku sangat bahagia karena bisa
dibonceng orang yang aku suka.
“Ini kamu pakek
jaketku ya, aku lupa gak bawa mantel” ucapnya sambil memakaikan jaketnya ke
badanku.
Dalam hatiku
sangat bahagia. Aku tak menyangka dia yang terkenal cowok kulkas, ternyata bisa
sweet juga. “Terimakasih tuhan telah menurunkan hujan kebahagiaan padaku hari
ini” batinku.
Sesampainya di
rumah, aku bergegas turun dari motornya. “Terimakasih ya Riko atas tumpangan
dan jaketnya, besok kalau sudah kering aku kembalikan jaketmu” ucapku padanya.
“Iya sama-sama, oh ya kita belum saling mengesave nomor ya, mana nomormu?”
ucapnya sambil mengeluarkan hp dari sakunya. Kemudian aku menulis nomorku di
hpnya.
Sejak saat itu
aku mulai dekat dengannya. Riko selalu menjemput dan mengantarkanku pulang, dan
alasannya ingin berangkat bersama denganku. Ia juga selalu menghampiriku ketika
lagi istirahat di kelasku. “Oh tuhan terimakasih” kata ini selalu terucap dalam
hati. Aku tak menyangka, selama ini aku kira mendung dan hujan selalu
diidentikkan dengan kesedihan, ternyata dibalik itu ada awal kebahagiaan yang
tak terduga.
BIONARASI PENULIS
Rohibatun Niswah Mumarosa, Lahir di Lamongan, 20 Juli 2002. Mahasiswa
Universitas Trunojoyo Madura jurusan
pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Hobi membaca. Cita – cita ingin
menjadi Guru. Saya bukan orang yang
pandai merangkai kata-kata indah, tetapi saya suka bikin cerita yang sesuai
dengan lingkungan sekitar saya.
Follow instagram saya ya @rohibatun20, Terimakasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar