Kertas Basah
oleh Komet
Malamku kini berisi sesak
Kertas yang ku adopsi dari tempat keji
Meraung dan menamparku sesekali
Saat hangat mulai memeluk bumi
Ku tanyakan pada kertas
Ingatan mana yang membuatnya menangis keras
Membuat lariknya hanyut terbawa deras
Kertas menjawab sedikit parau
Dia kesal padaku yang memulai tanpa selesai
Membuatnya menunggu hingga terasa terbelenggu
Dia menghinaku kali ini
Tak lagi berlari karna luka tak berarti
Tak berani menggurat sebab sekitar benci bau karat
Tak lagi mau bermimpi takut tersesat sampai mati
Kini dia mohon diriku tuk berjanji
Memulai kembali yang sudah tertulis dalam diri
Agar goresan ditubuhnya tak lagi hilang ditelan hari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar